Akhir-akhir ini fenomena Ponari, bocah Jombang yang menjadi terkenal karena menjadi dukun cilik dengan mediasi batu santer diperbincangkan di media. Sebuah fenomena yang sebenarnya menurut saya terlalu di blow up (baca: dibesar-besarkan). Sampai-sampai di semua media baik cetak maupun visual menayangkannya. Bagaimana tidak, hanya dengan bermodalkan batu yang katanya sakti, dapat dari petir diyakini mampu untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Tidak seperti Superman, Jagoannya orang Barat yang malah lemes gara-gara batu Kriptonitenya.
Saya sendiri tidak menyangkal bahwa suatu penyakit bisa disembuhkan atas ijin dan kehendak Allah SWT melalui sebuah perantara, apakah itu doa, dokter, dukun, obat, maupun batu dalam kasus ini. Namun, itu bukan karena batunya, yang benar adalah karena kesembuhan dan ijin dari Yang Maha Kuasa. Fenomena ini menurut saya akan semakin menjauhkan kita dengan-Nya. Kemungkinan untuk berbau syirik menjadi semakin besar karena pastinya akan banyak orang-orang yang berpikiran pendek dan dangkal, berbondong-bondong ke Ponari, bahkan trenyuhnya.. air comberan, air apa pun itu yang ada disekitar Ponari pun digasak. Duh..
Sampai-sampai, saat ini… peniru model Ponari pun banyak bermunculan. La wong tetangganya Ponari pun ada yang mengaku mempunyai batu serupa. hehe. Yah.. sebuah fenomena yang sebenarnya perlu dikaji, mengapa begitu banyak orang yang meyakini (baca: sangat-sangat mempercayai) kehebatan batu saktinya Ponari. Entah karena pengen sembuh seketika atau karena ngga mampu ke rumah sakit / dokter sehingga saya lihat di televisi, banyak orang mengantre.. berbondong-bondong datang ke tempatnya Ponari.
Saya berharap fenomena Ponari ini segera berakhir, sebelum semakin banyak orang yang tergila-gila dengan Ponari atau dengan batu saktinya, sebelum semakin banyak orang yang mengaku-ngaku memiliki barang-barang sakti, sebelum banyak orang yang percaya dengan kehebatan barang-barang sakti yang entah sakti atau tidak, sebelum semakin banyak orang yang mempercayai kesyirikan, sebelum banyak orang yang mempercayai mistis daripada logika dan keimanan, sebelum banyak orang kehilangan akal dan pikirannya….. Ataukah memang zaman sekarang kadar keimanan kita sudah sebegitu rendahnya? Maaf jika saya menyinggung anda yang mempercayai kekuatan batu sakti, karena bagi saya, Batu tidak ada yang Sakti dengan sendirinya. Wallahu Alam.
Saya bukan seorang ustadz, bukan pula seorang kiai atau dai. Pemikiran ini hanya berdasarkan nalar, nurani dan hati saya sebagai seorang manusia biasa. Cukupkan Fenomena Ponari sampai disini. Semoga kita dijauhkan dari marabahaya dan azab dari Allah. amin.
Popularity: 3% [?]
yupz. saya sangat setuju mas…!! ^_^