Percakapan tentang skandal korupsi yang diputar di pengadilan akhir-akhir ini memang lagi ngetren untuk dijadikan ringtone atau nada dering di Handphone. Setelah beberapa waktu lalu ringtone rekaman percakapan dari KPK tentang kasus BLBI antara Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Kemas Yahya Rahman dengan Artalyta Suryani merebak, eh ada juga percakapan yang lebih seru lagi tentang bonus cewek antara sekda Bintan Azirwan dengan anggota Komisi IV DPR Al Amin Nasution.
Sebegitu parahkah kondisi moral dan mental Pejabat-pejabat kita di Indonesia? Zaman sekarang memang sudah gila alias edan kali ya?. Gw berdoa semoga para pemimpin maupun rakyatnya yang terlena akan nikmat dunia kembali sadar dan ingat akan azab neraka. Tobat.. tobat.. Untuk Rekaman Suara Kajari Tilamuta Anda bisa lihat beritanya di Mp3 Rekaman Suara Kajari Tilamuta
Berikut transkrip percakapan antara Kemas Yahya Rahman dengan Artalyta Suryani:
A: Halo..
K: Halo.
A: Ya, siap.
K: Sudah dengar pernyataan saya (Soal penghentian penyelidikan kasus BLBI)? He…he…he
A: Good, very good.
K: Jadi tugas saya sudah selesai.
A: Siap, tinggal…
K: Sudah jelas itu, gamblang. Tidak ada permasalahan lagi
A: Bagus itu
K: Tapi saya dicaci maki. Sudah baca Rakyat Merdeka (surat kabar Rakyat Merdeka yang terbit di Jakarta)?
A: Aaah Rakyat Merdeka, mah nggak usah dibaca
K: Bukan, katanya saya mau dicopot ha..ha…ha. Jadi gitu ya…
A: Sama ini Bang, saya mau informasikan
K: Yang mana?
A: Masalah si Joker.
K: Ooooo nanti, nanti, nanti.
A: Nggak, itu kan saya perlu jelasin, Bang
K: Nanti, nanti, tenang saja.
A: Selasa saya ke situ ya…
K: Nggak usah, gampang itu, nanti, nanti. Saya sudah bicarakan dan sudah ada pesan dari sana. Kita…
A: Iya sudah
K: Sudah sampai itu
A: Tapi begini Bang…
K: Jadi begini, ini sudah telanjur kita umumkan. Ada alasan lain, nanti dalam perencanaan(download Ringtone Kemas Yahya Rahman dengan Artalyta Suryani) atau (mirror)
Dan ini percakapan antara Azirwan dengan Al Amin Nasution:
Al Amin Nasution (AAN): Di mana, bos?
Azirwan (A): Di Ritz Carlton.
AAN: Namanya?
A: Mistere, tempatnya turun lift satu.
AAN: Jam berapa?
A: Jam 10-lah (22.00 WIB). Bos mau dicariin satu gitu. Tapi aku tak janji. Kalau diupayakan nanti, selera bos payah pula.
AAN: Ya, carikanlah.
A : Yang kira-kira udah lama aku kenal, bos ini paham kan kira-kira.
AAN: Yang kayak tadi malam kan bagus juga yang baju putih itu.
A: Tak bagus.
AAN: Udah dipakai ya?(download ringtone Azirwan dengan Al Amin Nasution Bonus Cewek) atau (mirror)
dan yang satunya lagi:
Al Amin Nasution (AAN) : Asalamualaikum Bang
Azirwan (A) : Wa’alaikumsalam Pak Amien.
AAN: Sehat Bang?
A: Sehat
AAN :Gini, kita kan mau ke Bintan, sudah disampaikan oleh si Edi belum, yang hotel.
A:Sudah
AAN: Di mana nanti kita nginap Bang?
A: Di Bintan Beach
AAN: Nggak yang di Kota Tanjungpinang saja
A: Iya, saya sudah pesan Kota Tanjungpinang di Bintan Beach
AAN : Kalau tempat itu jauh ya Bang?
A: Jauh, hampir 2 jam
AAN : Syafie bilang, di Tanjungpinang saja, hotelnya terserah Abang.
A: Namanya Hotel Bintan Permata
AAN: Nanti kita ke situ. Nginap satu malam di situ, langsung ke Batam
A:Berapa orang daftarnya. Kalau tidak salah, daftar yang kita terima 25 ya
AAN: Iya, kira-kira jumlahnya 23-24 orang termasuk kru-kru. Tapi anggota (DPR) belum tentu datang semua.
A: Tapi saya sudah persiapkan semuanya. Tapi hotel dan perempuan di Bintan, khususnya di hotel terkenal yaitu Hotel Bintang Permata di Tanjungpinang tidak se-fresh di Jakarta.
AAN: Tapi itu yang paling bagus kan?
A: Nanti untuk sangu-sangu kan saya disposisikan melalui Pak Amin. Saya siapkan dalam dolar Singapura.
AAN: Jangan. Abang mau kasih berapa satu orang?
A : Terserah Pak Amin, diskusi. Berapa kemampuan saya dan berapa kebutuhannya.
AAN: Kisaran Abang berapa, biar kita nggak anu.
A : Kita siapkan 30 ribu dolar Singapura
AAN: Satu orang?
A: Nggak, untuk semuanya. 30 Ribu itu sekitar Rp 200 juta lah
AAN: Untuk itu kita diskusikan. Lebih kurang, kisarannya Rp 5-10 juta satu orang.
A: Untuk tips-tipsnya, saya siapkan dalam dolar Singapura
AAN: Jangan Bang. Jangan, teman-teman nanti berpikiran lain. Nanti kita alokasikan untuk satu orang Rp 5-10 juta.
A: Pak Amin siapkan, siapa dikasih berapa
AAN : Iya, nanti siapkan berapa kasih berapa, antara Rp 5-10 juta. Sekretariat juga.
A: Nanti Pak Amin yang susulkan ke saya.
AAN: Nanti dalam rupiah saja
A:Kalau dalam rupiah, sekitar Rp 240 juta
AAN : Jadi nanti sebelum ke lapangan, eh, sudah didistribusikan ke sekretariat biar sekretariat yang distribusi
A: Nanti saya bikin di amplop masing-masing. Kan isinya beda-beda.
AAN: Nanti sekretariat tinggal bagi-bagi saja. Nanti saya tunjuk orang di sekretariat
A: Bu Kristina nggak datang nih?
AAN: He..he..he.. Kunjungan kerja. Kalau dibawa repot lah. Nanti kalau diundang, kita datang sendirilah
A: O itu mesti nanti saya undang sendiri. Saya undang lah.
AAN : Terimakasih banyak ya. Asalamualaikum
A: Waalaikumsalam.(download ringtone Azirwan dengan Al Amin Nasution Bonus Duit) atau (mirror)
Eh Para koruptor ternyata tidak kapok-kapoknya bermain api. Ayin, sapaan Artalyta, masih nekat berkongkalikong dengan Jaksa Urip di tempat tahanan yang berbeda, lagi-lagi menggunakan Handphone untuk merencanakan skenario berikutnya di persidangan mereka. Berikut transkrip rencana Pak Guru dan Bu Guru hadapi lima Rektor:
Ayin: Halo, Pak Guru.
Urip: Iya, Ibu Guru.Ayin: Jadi gini, ya. Prinsipnya besok itu sesuai keterangan beliau-beliau sama yang itu. Kemarin kan beliau sudah membantu Anda itu. Dia menyatakan, “Pokoknya dari awal nggak ada indikasi.â€
Urip: Terus?Ayin: Jadi besok seperti begitu saja. Seperti keterangan yang itu yang dibaca di BAP saya, itu bagus.
Urip: Ya.Ayin: Intinya, besok tetep konsisten pada jumlah itu. Pokoknya perbengkelan itu, kan. Sudah ada kan ininya…, apa itu?
Urip: Apa itu?Ayin: Ininya, proposal bengkelnya.
Urip: Ya…, ya….Ayin: Jadi, itu bengkel kan sudah logis. Saya bilang itu ada tanah di situ.
Urip: Ya.Ayin: Tapi kan nanti ditanyain, “Bagaimana Saudara terdakwa keterangannya?†Nanti saya bilang, “Udah cukup.†Ya, memang begitu ceritanya. Tapi, mesti yang diinget, besok yang satu itu, yang paling ujung…. Anda kan menghadap lima rektor [majelis hakim], nah itu yang paling kiri [tempat duduk hakim Andi Bachtiar]. Nanti dia pasti ngulitin. Biasa, yang namanya ujian, dia pasti keras.
(Untuk ringtone rekaman terbaru ini belum tersedia)
Berminat untuk mendowload ringtone diatas (dalam format MP3)? ini gw kasih linknya yang kudapat dari berbagai sumber:
1. (download Ringtone Kemas Yahya Rahman dengan Artalyta Suryani) 489.04 KB atau (mirror)
2. (download ringtone Azirwan dengan Al Amin Nasution Bonus Cewek) 309.79 KB atau (mirror)
3. (download ringtone Azirwan dengan Al Amin Nasution Bonus Duit) 386.53 KB atau (mirror)
4. (download ringtone Azirwan dengan Al Amin Nasution rekaman KPK) 1.45 MB atau (mirror)
Sponsor
Popularity: 17% [?]


maju terus kpk, berantas polisi korup, jaksa korup, dan petugas pajak yang korup, sekalian anggota dpr yang korup
i am always on the lookout for the latest Ringtone and i always look for sites that offer ringtone donwlaod.;:~
[...] dirinya dan kelompoknya sendiri, walaupun banyak yang telah terungkap misalnya, seperti kasus BLBI, atau kasus Kajari di Gorontalo, dan sebagainya. Semangat ini juga sedikit terlihat untuk semangat [...]
kaacau balau negaraku ini…….
gw mendingan ngumpet…….
[...] suara tersebut. Dan hasil rekaman suara tersebut telah beredar pula di internet, seperti sebelumnya rekaman percakapan skandal korupsi Kasus BLBI di kejaksaan terdahulu yang ngetrend dijadikan ringtone atau nada dering [...]
trims Ringtone nya bejad yaaa…anggota DPR yang terhormat kog moralnya gitu enaknya ki joko bodo suruh nyantet aja biar pada kapok….
terus kita dukung 10000000000000000000000000000% KPK yang telah menyadap dan menghadapkan tersangka ke meja pesakitan. Kita percaya Hukum Allah SWT lebih adil. Saya sebagai masyarakat tidak mau memaafkan kalo orang yang bersangkutan tidak mau membuat pernyataan tertulis bermaterai sesuai dengan yang korupsi……
Berjuang terus KPK semoga Allah SWT selalu bersamamu….
semoga Anggota KPK tidak ada yang ikut-ikutan mengkorup harta negara
semoga………
@pujianto, bagaimana tentang wacana hukuman mati bung, untuk menimbulkan efek jera? anda setuju gak?