Idul Adha Momentum Berkorban Tanpa Pamrih

Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. InsyaAllah Hari Raya Idul Adha tahun ini atau biasa disebut Hari Raya Qurban atau hari raya Haji jatuh pada hari Senin tanggal 8 Desember 2008 atau 10 Dzulhijah 1429 H. Sebuah hari yang spesial bagi seluruh umat Islam selain Hari Raya Idul Fitri. Di hari tersebut, diperingati peristiwa kurban, yaitu ketika nabi Ibrahim (Abraham), yang bersedia untuk mengorbankan putranya Ismail untuk Allah, kemudian digantikan oleh-Nya dengan domba.

Semangat berkorban tanpa pamrih, sebuah semangat yang semakin langka saat ini. Korupsi masih merajalela, sebuah bentuk ketidakikhlasan kita untuk berkorban memberikan yang terbaik bagi negeri ini. Para pejabat banyak yang korup, mementingkan dirinya dan kelompoknya sendiri, walaupun banyak yang telah terungkap misalnya, seperti kasus BLBI, atau kasus Kajari di Gorontalo, dan sebagainya. Semangat ini juga sedikit terlihat untuk semangat berkorban membantu orang-orang yang kurang mampu. Lihat saja ketimpangan sosial yang terjadi saat ini, di era globalisasi, semakin menjauhkan antara si kaya dan si miskin.

Idul Adha kali ini, disaat sebagian muslim menunaikan ibadah Haji, sudah saatnya bagi kita untuk kembali mencontoh keteladanan dari Nabi Ibrahim AS. Tidak perlu muluk-muluk, keteladanan itu bisa kita dapatkan di rumah kita sekalipun, misalnya membantu orang tua dengan mengorbankan waktu bermain kita misalnya atau bisa juga dengan membantu tetangga kita yang mengalami kesulitan. Bila anda mempunyai rejeki yang berlebih, bisa juga ikut berkurban hewan ternak seperti kambing, domba atau sapi. Dan bagilah kepada orang-orang yang membutuhkan.

Semangat berkorban tanpa pamrih inilah sebenarnya yang tersirat di Hari Raya Qurban. Semoga semangat ini tetap ada, terlebih dalam berkorban untuk sesama apalagi untuk Allah SWT. Dan semoga momentum kali ini akan semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah. Amin.

Ngomong-ngomong masalah Idul Adha, ada beberapa sunnah Nabi yang berkaitan dengan Idul Adha, saya cuplik dari internet ini dia, semoga menambah pengetahuan kita tentang Idul Adha:

1. Mandi sebelum shalat ‘Ied

Dari Ali radhiallahu’anhu bahwa ia pernah ditanya perihal mandi, maka dia menjawab, “Yaitu pada hari Jum’at, hari ‘Arafah, hari raya Fitri dan hari raya Idul Adha.” (HR. Baihaqi).

2. Menggunakan pakaian terbaik dan berhias

Dari Ibnu Umar dia berkata, “Umar pernah mengambil jubah dari sutera yang dijual di pasar, kemudian dia mendatangi Rasulullah seraya berucap, ‘Wahai Rasulullah, belilah ini dan pergunakanlah untuk berhias diri pada hari raya ‘Ied dan wufud (menyambut kedatangan delegasi).’ Maka Rasulullah bersabda, “sesunguhnya ini adalah pakaian orang yang tidak berakhlak.” Maka Umar pun terdiam sesuai dengan apa yang menjadi kehendak Allah. Setelah itu, Rasulullah mengirimkan kepadanya jubah dibaaj (sutera), maka Umar pun menerimanya dan kemudian membawanya kepada Rasulullah seraya berucap, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau pernah mengatakan, “Sesungguhnya ini adalah pakaian orang yang tidak berakhlak,” tetapi engkau justru mengirimkan jubah ini kepadaku.’ Maka Rasulullah  bersabda kepadanya, “Engkau bisa menjualnya atau menukarnya dengan sesuatu yang bisa memenuhi kebutuhanmu.” Al-‘Allamah as-Sindi mengatakan, “Dari dalil diatas diketahui bahwa berhias diri pada  hari raya merupakan kebiasaan yang telah berjalan diantara mereka dan tidak ditentang oleh nabi sehingga diketahui keberadaannya.” Al Hafidz Ibnu Hajar mengatakan, “ Pengingkaran itu hanya terhadap pakaian tersebut karena terbuat dari sutera.”

3.  Menangguhkan makan dan minum sebelum shalat ‘Ied pada hari raya Idul Adha

Dari Abu Buraidah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam tidak berangkat (ketanah lapang)  pada hari Idul Fitri sebelum sarapan dan pada hari raya Idul Adha beliau tidak makan sampai pulang, kemudian beliau makan dari daging hewan-hewan kurbannya.” (HR. Tirmidzi no. 542). Al-‘Allamah as-Syaukani mengatakan, “Hikmah diakhirkannya makan pada hari raya Idul Adha adalah karena pada hari itu disyari’atkan penyembelihan hewan kurban dan memakan sebagian darinya. Oleh karena itu, makannya disyari’atkan dari hewan kurban itu.”

4. Melewati jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang shalat ‘Ied

Dari Jabir radhiallahu’anhu, dia berkata, “Jika hari raya ‘Ied tiba, Nabi shalallahu’alaihi wa sallam biasa mengambil jalan lain (ketika berangkat dan pulang).” (HR. Bukhari no. 986).

5. Bertakbir

Adapun bertakbir pada hari raya kurban, didasarkan pada ayat Al Qur’an, “Dan berdzikirlah (dengan menyebut) nama Allah dalam beberapa hari yang terbilang.” (Al Baqarah: 203). Waktu takbir pada hari raya kurban dimulai sejak Subuh hari ‘Arafah hingga Ashar  pada hari terakhir hari Tasyrik. Lafazh takbir yang berasal dari riwayat  Ibnu Mas’ud bahwasanya dia bertakbir pada hari tasyrik dengan lafazh, “Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Laa Ilaaha Illallah, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar Wa Lilaahilhamd.”

Popularity: 3% [?]

Related posts

Tags: , , , ,

Leave a Reply