<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Google Chrome &#8211; Alternative browser</title>
	<atom:link href="http://makhrus.jagakarsa.ac.id/2008/google-chrome-alternative-browser.mac/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://makhrus.jagakarsa.ac.id/2008/google-chrome-alternative-browser.mac</link>
	<description>Blog Belajar &#124; Blog Sinau &#124; Blog Tutorial</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 11:08:26 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
	<item>
		<title>By: 2010 fashion</title>
		<link>http://makhrus.jagakarsa.ac.id/2008/google-chrome-alternative-browser.mac/comment-page-1#comment-37137</link>
		<dc:creator>2010 fashion</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 16:45:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://makhrus.jagakarsa.ac.id/?p=297#comment-37137</guid>
		<description>This is valuable information , thanks I will try it out!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>This is valuable information , thanks I will try it out!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: posicionamiento en buscadores</title>
		<link>http://makhrus.jagakarsa.ac.id/2008/google-chrome-alternative-browser.mac/comment-page-1#comment-37136</link>
		<dc:creator>posicionamiento en buscadores</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 21:04:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://makhrus.jagakarsa.ac.id/?p=297#comment-37136</guid>
		<description>videos para reir</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>videos para reir</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Test Kecepatan Firefox 3.5 &#124; Blog Iseng</title>
		<link>http://makhrus.jagakarsa.ac.id/2008/google-chrome-alternative-browser.mac/comment-page-1#comment-36673</link>
		<dc:creator>Test Kecepatan Firefox 3.5 &#124; Blog Iseng</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2009 03:29:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://makhrus.jagakarsa.ac.id/?p=297#comment-36673</guid>
		<description>[...] ya saya tidak membandingkan dengan browser saingan seperti google chrome, internet explorer, safari, opera atau yang lainnya karena pilihan saya baru ke firefox dan lagian [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] ya saya tidak membandingkan dengan browser saingan seperti google chrome, internet explorer, safari, opera atau yang lainnya karena pilihan saya baru ke firefox dan lagian [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Tips Mempercepat Loading Firefox &#124; Sharing Knowledge for All</title>
		<link>http://makhrus.jagakarsa.ac.id/2008/google-chrome-alternative-browser.mac/comment-page-1#comment-3147</link>
		<dc:creator>Tips Mempercepat Loading Firefox &#124; Sharing Knowledge for All</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 19:42:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://makhrus.jagakarsa.ac.id/?p=297#comment-3147</guid>
		<description>[...] hehe, dibandingin dengan browser besutan saingan lainnya seperti Internet Explorer, Opera, Safari, Chrome, dan sebagainya. Tahukah anda sebenarnya firefox ini kalau setingan defaultnya beratttt banget [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] hehe, dibandingin dengan browser besutan saingan lainnya seperti Internet Explorer, Opera, Safari, Chrome, dan sebagainya. Tahukah anda sebenarnya firefox ini kalau setingan defaultnya beratttt banget [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lex dePraxis</title>
		<link>http://makhrus.jagakarsa.ac.id/2008/google-chrome-alternative-browser.mac/comment-page-1#comment-2809</link>
		<dc:creator>Lex dePraxis</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 23:37:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://makhrus.jagakarsa.ac.id/?p=297#comment-2809</guid>
		<description>Saya agak telat satu hari memakai browser teranyar yang sedang menarik perhatian dunia ini. Dirilis tanggal 2 September kemarin, saya baru mengunduh dan meng-install-nya sehari setelah itu. Cukup menarik sekali untuk melihat software yang masih versi beta ini sudah mampu mendukung berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia, walaupun masih terasa aneh dan konyol (bayangkan saja, ada sesuatu yang diberi nama â€˜Di bawah terpalâ€™ !!!).

Sepintas pada visual, ini adalah browser dengan tampilan yang sangat minimalis dan menawan. Saya nyaris tidak bisa melihat tombol atau gambar apapun yang terserak di interface / antarmuka-nya yang berwarna biru langit tersebut. Sepertinya Google benar-benar serius dengan komitmen mereka untuk memberikan keunggulan dalam kecepatan dan ketepatgunaan. Saya sedikit perlu penyesuaian ketika melihat tampilan tab yang agak nyeleneh dibanding dengan browser lainnya, tapi dalam lima belas menit saya sudah jatuh cinta dengan tampilan Google Chrome.

Sayangnya keunggulan penampilan tersebut masih belum dibarengi dengan kelengkapan fungsi yang memadai. Misalnya saja pada engine blog wordpress saya, http://hitmansystem.com/blog , tidak bisa menampilkan visual rich-text editor. Yang dimunculkan adalah box teks yang perlu di-edit secara html manual atau copy-paste dari dreamweaver atau software sejenisnya.

Saya pikir, Chrome sangat memerlukan kekuatan komunitasnya untuk menciptakan plugins yang membuat para peselancar dunia maya menjadi kasmaran berat dengannya. Seharusnya tidak perlu waktu lama untuk mereka mulai mengembangkan plugins itu atau istilah mereka â€˜gearsâ€™ tersebut, tapi saya juga tidak terlalu yakin Chrome akan mengantisipasi banyak gears karena tujuan utama mereka adalah keringanan dan kecepatan.

Selama ini saya adalah pengguna browser Maxthon yang menurut saya pribadi sangat memuaskan dari segi keringanan, kecepatan, dan keluasan fungsi. Bergantian dengannya, saya juga masih memakai Firefox untuk keperluan mengakses situs yang kaya akan AJAX dan fungsi-fungsi skrip dinamis lainnya (seperti Facebook, Google Reader, atau Meebo) karena di Maxthon hal tersebut masih kurang terakomodasi dengan baik selain perlu loading yang lama. Kehadiran Chrome sepertinya yang serba cekatan menangani skrip sepertinya merupakan penyatuan yang sempurna dari Maxthon dan Firefox. Terbukti saya yang sekarang sudah uninstall Firefox, tertinggal Chrome sebagai default browser yang disusul oleh Maxthon sebagai alternatif yang sampai sekarang masih sulit saya tinggalkan. Perlu waktu yang lama bagi saya dahulu untuk memutuskan pindah dari Firefox ke Maxthon. Ketika saya melihat Chrome, hanya perlu waktu beberapa jam saja.

Sekalipun demikian, Chrome sepertinya tidak begitu dianjurkan untuk mereka yang menggunakan internet dengan bandwidth terbatas karena sampai saat ini tidak bisa memblok atau menonaktifkan gambar-gambar yang biasanya menyedot resource bandwidth. Akibatnya, berselancar dengan Chrome akan menghabiskan biasa yang cukup besar. Situs-situs populer di Indonesia seperti Detik.com, Kaskus.us, HitmanSystem.com, Okezone.com, ataupun manca negara seperti MSN.com dan BoingBoing.net memiliki begitu banyak materi gambar yang akan terasa merampok peselancar yang menggunakan dengan limited bandwidth.

Bagi saya, ada dua fitur yang paling menarik dari Chrome. Yang pertama adalah Incognito Window. Ini adalah ide mungil yang cukup cerdas; saya sangat terkejut Google mengantisipasi kebutuhan ini dengan serius, sampai-sampai dimunculkan sebagai mekanik tersendiri dalam browser mereka. Fitur kedua adalah Omnibox yang membuat segala sesuatunya lebih singkat dan lancar. Jenius!

Google telah menyewa seorang komikus untuk mengerjakan komik pendek yang bisa dibaca di sini. Saya adalah penggemar Scott McCloud lewat karyanya Understanding Comics, jadi saya memiliki harapan yang tinggi untuk hasil kerjasamanya dengan Google ini. Sayang sekali, komik Chrome tidak berhasil memuaskan harapan tersebut, karena penyampaiannya yang masih terasa kaku, prematur dan tidak serius. Anyways, pengguna Chrome, atau malah pencinta Chrome, rasanya akan tetap menikmati karya tersebut sebagai tutorial mekanik dari masa depan sebuah browser.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya agak telat satu hari memakai browser teranyar yang sedang menarik perhatian dunia ini. Dirilis tanggal 2 September kemarin, saya baru mengunduh dan meng-install-nya sehari setelah itu. Cukup menarik sekali untuk melihat software yang masih versi beta ini sudah mampu mendukung berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia, walaupun masih terasa aneh dan konyol (bayangkan saja, ada sesuatu yang diberi nama â€˜Di bawah terpalâ€™ !!!).</p>
<p>Sepintas pada visual, ini adalah browser dengan tampilan yang sangat minimalis dan menawan. Saya nyaris tidak bisa melihat tombol atau gambar apapun yang terserak di interface / antarmuka-nya yang berwarna biru langit tersebut. Sepertinya Google benar-benar serius dengan komitmen mereka untuk memberikan keunggulan dalam kecepatan dan ketepatgunaan. Saya sedikit perlu penyesuaian ketika melihat tampilan tab yang agak nyeleneh dibanding dengan browser lainnya, tapi dalam lima belas menit saya sudah jatuh cinta dengan tampilan Google Chrome.</p>
<p>Sayangnya keunggulan penampilan tersebut masih belum dibarengi dengan kelengkapan fungsi yang memadai. Misalnya saja pada engine blog wordpress saya, <a href="http://hitmansystem.com/blog" rel="nofollow">http://hitmansystem.com/blog</a> , tidak bisa menampilkan visual rich-text editor. Yang dimunculkan adalah box teks yang perlu di-edit secara html manual atau copy-paste dari dreamweaver atau software sejenisnya.</p>
<p>Saya pikir, Chrome sangat memerlukan kekuatan komunitasnya untuk menciptakan plugins yang membuat para peselancar dunia maya menjadi kasmaran berat dengannya. Seharusnya tidak perlu waktu lama untuk mereka mulai mengembangkan plugins itu atau istilah mereka â€˜gearsâ€™ tersebut, tapi saya juga tidak terlalu yakin Chrome akan mengantisipasi banyak gears karena tujuan utama mereka adalah keringanan dan kecepatan.</p>
<p>Selama ini saya adalah pengguna browser Maxthon yang menurut saya pribadi sangat memuaskan dari segi keringanan, kecepatan, dan keluasan fungsi. Bergantian dengannya, saya juga masih memakai Firefox untuk keperluan mengakses situs yang kaya akan AJAX dan fungsi-fungsi skrip dinamis lainnya (seperti Facebook, Google Reader, atau Meebo) karena di Maxthon hal tersebut masih kurang terakomodasi dengan baik selain perlu loading yang lama. Kehadiran Chrome sepertinya yang serba cekatan menangani skrip sepertinya merupakan penyatuan yang sempurna dari Maxthon dan Firefox. Terbukti saya yang sekarang sudah uninstall Firefox, tertinggal Chrome sebagai default browser yang disusul oleh Maxthon sebagai alternatif yang sampai sekarang masih sulit saya tinggalkan. Perlu waktu yang lama bagi saya dahulu untuk memutuskan pindah dari Firefox ke Maxthon. Ketika saya melihat Chrome, hanya perlu waktu beberapa jam saja.</p>
<p>Sekalipun demikian, Chrome sepertinya tidak begitu dianjurkan untuk mereka yang menggunakan internet dengan bandwidth terbatas karena sampai saat ini tidak bisa memblok atau menonaktifkan gambar-gambar yang biasanya menyedot resource bandwidth. Akibatnya, berselancar dengan Chrome akan menghabiskan biasa yang cukup besar. Situs-situs populer di Indonesia seperti Detik.com, Kaskus.us, HitmanSystem.com, Okezone.com, ataupun manca negara seperti MSN.com dan BoingBoing.net memiliki begitu banyak materi gambar yang akan terasa merampok peselancar yang menggunakan dengan limited bandwidth.</p>
<p>Bagi saya, ada dua fitur yang paling menarik dari Chrome. Yang pertama adalah Incognito Window. Ini adalah ide mungil yang cukup cerdas; saya sangat terkejut Google mengantisipasi kebutuhan ini dengan serius, sampai-sampai dimunculkan sebagai mekanik tersendiri dalam browser mereka. Fitur kedua adalah Omnibox yang membuat segala sesuatunya lebih singkat dan lancar. Jenius!</p>
<p>Google telah menyewa seorang komikus untuk mengerjakan komik pendek yang bisa dibaca di sini. Saya adalah penggemar Scott McCloud lewat karyanya Understanding Comics, jadi saya memiliki harapan yang tinggi untuk hasil kerjasamanya dengan Google ini. Sayang sekali, komik Chrome tidak berhasil memuaskan harapan tersebut, karena penyampaiannya yang masih terasa kaku, prematur dan tidak serius. Anyways, pengguna Chrome, atau malah pencinta Chrome, rasanya akan tetap menikmati karya tersebut sebagai tutorial mekanik dari masa depan sebuah browser.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
