Beberapa hari yang lalu saya iseng ngecek kapasitas database wordpress yang saya pakai sekarang ini. Kebetulan sudah lama database tidak saya backup. Saya saat itu menggunakan phpmyadmin untuk sekalian mendownload backup file database yang saya punya. Anehnya, backup database hasil download yang telah saya download selalu corrupt. Lacak punya lacak ternyata file backup database saya belum kelar downloadnya, karena maklum bandwidth internet saya yang tidak terlalu gedhe. Nggak tanggung-tanggung, saat itu saya harus mendownload sekitar 17 MB hanya untuk satu database.

Setelah saya usut, ada beberapa table yang memiliki kapasitas yang lumayan gedhe. Beberapa memang database dari plugin, dan saya anggap wajar mengingat plugin yang saya pakai mengoleksi atau me-log aktivitas yang ada dalam blog tempat belajar saya. Yang saya agak curiga adalah kapasitas table posts yang berkapasitas separuh dari total kapasitas database saat itu.

Setelah bertanya dengan mbah google, baru tahu kalau ada fitur baru di wordpress mulai wordpress versi 2.6 keatas. Fitur ini dinamakan fitur auto save dan post revisions. Fitur ini dapat anda lihat di bagian edit post, lalu scroling ke bagian bawah, setelah table kolom Password Protect This Post ada tabel Post Revisions. Didalamnya terdapat berapa kali postingan diupdate, tanggal berapa diupdate, dan siapa yang meng-update.

Fitur auto save adalah fitur penyimpanan postingan berkala secara otomatis, ketika kita sedang menulis postingan di editor wordpress kita. Yah semacam fitur yang ada di Microsoft Office, setiap beberapa waktu, akan otomatis ngesave / menyimpan, jadi sewaktu-waktu kalau hank/terputus, balik lagi masih ada backup postingan kita. Sedangkan fitur post revision adalah fitur penyimpanan postingan yang kita update, yang memungkinkan blogger untuk melihat siapa, kapan, dan perubahan apa saja yang dibuat dalam setiap postingan. Dengan adanya fitur ini, kita tidak perlu khawatir apabila kita telah salah edit dan sudah terlanjur disimpan, kita bisa kembali ke original postingan sebelumnya.

Fitur ini sebenarnya bagus cuman sayangnya akan berguna banget untuk digunakan oleh blog yang dikelola oleh banyak editor. Dengan fungsi ini kita dapat melacak berbagai versi/revisi dari setiap posting. Akan tetapi untuk pengguna pribadi seperti saya ini, pasti akan memberatkan, karena pertama, kapasitas database akan membengkak apalagi kalau kita sering mengedit / mengupdate postingan lama kita sehingga menyebabkan performa database menurun. Kedua, postingan yang kita buat pasti kita ketahui apa saja perubahannya, jadi ngapain perlu ada post revisions? Ketiga, bagi yang memiliki kapasitas database yang dibatasi, fitur ini pasti bakalan menjadi masalah di belakang hari apabila postingan yang kita buat sudah banyak.

Ada dua cara untuk mendisable auto save dan post revisions di wordpress. Cara yang pertama, menonaktifkannya menggunakan plugin. Cara kedua, dengan mengubah beberapa code di file wordpress kita. Untuk pengguna wordpress newbie seperti saya, saya sarankan menggunakan plugin, karena simple dan tidak perlu repot dengan kode-kode php, selain itu tidak direpotkan pula apabila kita ingin mengupgrade wordpress ke versi yang lebih baru. Untuk yang ingin belajar kode-kode php, bisa juga menggunakan cara kedua. Berikut saya jelaskan caranya:

1. Cara Simple. Menggunakan Plugin Disable Revisions and Autosave

Plugin ini dapat anda download di exper.3drecursions.com. Cara penginstalan plugin ini sama dengan plugin yang lainnya. Cukup upload ke direktori plugins, lalu aktifkan pluginnya, otomatis fitur revisions dan autosave akan disable.

2. Cara Advanced. Mengedit beberapa file dibawah ini:

Cari file wp-config.php yang ada di blog wordpress anda, lalu sisipkan kode dibawah ini sesudah tag kode php <?php atau sebelum tag code penutup php ?> dengan kode dibawah ini:

define(’WP_POST_REVISIONS’,false);

Kode false menandakan fitur auto save dan post revisions dinonaktifkan seluruhnya. Apabila anda masih ingin fitur ini ada tapi dibatasi dapat menggunakan kode dibawah ini:

define(’WP_POST_REVISIONS’,6);

Angka 6 menunjukkan berapa banyak post revisions yang akan dibuat. Anda bisa menggantinya dengan angka lain sesuai keinginan anda. Dan untuk interval penyimpanannya (auto save) anda dapat menambahkan kode dibawah ini:

define(’AUTOSAVE_INTERVAL’,600);

Angka 600 menandakan fitur autosave akan dijalankan setiap 600 detik atau 10 menit sekali. Angka ini dapat anda ganti sesuai dengan keinginan anda.

Menghapus data autosave dan post revisions lama.

Nah gampang kan menonaktifkan fitur diatas? Nah bagaimana untuk menghapus hasil auto save dan post revisions lama yang sudah ada di dalam database? Masuk ke database anda menggunakan phpmyadmin misalnya, dan ketikkan query sebagai berikut:

DELETE a,b,c FROM wp_posts a LEFT JOIN wp_term_relationships b ON (a.ID=b.object_id) LEFT JOIN wp_postmeta c ON (a.ID=c.post_id) WHERE a.post_type=’revision’

Bagi yang tidak bisa masuk ke dalam database, bisa dengan sisipkan kode ke dalam wp-config.php setelah kode &quotrequire_once(ABSPATH . ‘wp-settings.php’);&quot. sebagai berikut:

@mysql_query(”DELETE FROM ‘wp_posts’ WHERE ‘post_status’ = ‘revision’OR ‘post_status’ = ‘inherit’”);

Peringatan: pastikan anda membackup database terutama tabel wp_posts dan wp_postmeta terlebih dahulu sebelum melakukan query hapus data revisions dan autosave diatas. selamat mencoba.

Popularity: 7% [?]

Related posts